5 Negara Kurang dari Seminggu – Bagian 3

Menunggu Melelahkan ?

Waktu ketibaan di Bandara Changi adalah pukul 10.45 waktu setempat sedangkan tur Free Singapore Tour pukul 15.00 dan penerbangan selanjutnya 21.45. Menunggu dan menunggu. Walau pun sudah naik-turun keliling transit area tetap saja waktu berjalan begitu lama. Kaki sudah pegal padahal harus menyimpan tenaga untuk ikutan tur sorenya. Perut saja tidak bisa kompromi lagi, dan tidaaaaak, saya tidak ada dolar Singapura (SGD) dengan segera saya mencari tempat penukar uang (Money Changer). Sesuatu yang terlupakan, menukar uang ke mata uang negara tempat transit, walau hanya transit. Karena bingung (baca : karena mahal), saya keluar dan mencari tempat makan di luar. Setelah dipikirkan ada baiknya menunggu di dekat McD sekalian makan, lagian bisa terlihat rombongan tur saya. Bis nya sudah terlihat, hati saya merasa gembira penantian ini akan berakhir. Tetapi jam dinding masih belum menunjukkan waktu turnya. Saya mulai gelisah lagi, selesai makan beberapa kali pindah tempat duduk, karena agak canggung dilihat orang-orang sekitar. Jam dinding ? Iya, ada jam dinding di tembok sebelum keluar ke arah parkiran, mungkin karena ini area orang-orang menunggu jemputan, menunggu bis, dsb, makanya ada jam yang sengaja dipasang. Hati ini semakin gelisah, sudah hampir jam 3 sore, belum juga terlihat rombongan tur saya, beberapa kali ada rombongan yang lewat tetapi bukan mereka. Apakah ini ? Ah, mungkin ini. Tak terhitung berapa kali meyakinkan diri, sabar mungkin masih menunggu yang lain. Karena mereka belum terlihat, saya menuju ke tempat parkir bis Free Singapore Tour, lebih baik menunggu di sini. Tidak begitu lama, mereka menghampiri saya (Oopss menghampiri bisnya) bersama seorang tour guide. Yeah. Pukul 15.00 bis melaju ke pusat kota.

 

Tur ini hanya 90 menit, kondisi jalan  juga lancar, jadi selesai tepat waktu. Kami diturunkan di T2, saya masih keliling mencari pintu masuk hingga akhirnya kaki menyerah dan bertanya ke bagian informasi. Penerbangan saya melalui T1, mengikuti jalur yang sama naik Skytrain. Bersyukur bisa streaming jadi waktu menunggu dibuat seperti waktu santai saja. Sejam sebelum penerbangan sudah saya atur untuk alarm, tetapi lagi dan lagi karena menunggu membuat hati gelisah saya masuk ruang tunggu untuk penerbangan ke KL lebih awal dari alarm saya. And guess what ? Panggilan naik ke pesawat terdengar, kenapa cepat sekali ? Saya duduk sebentar, karena antrian masuk ke pesawat sembari berpikir. Oh tidak. Saya mengerti sekarang, jam di hape  tidak update karena flight mode sedangkan ada perbedaan waktu satu jam. Well, harus lebih aware, terkadang hal yang dianggap sepele bisa membuat “menunggu” itu sia-sia. Sangat melelahkan tetapi jika layak, kenapa tidak ? Nanti di KL menunggu lagi  ? Hmm.. Selanjutnya…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s