5 Negara Kurang dari Seminggu – Bagian 5

Hari Ketiga – Snow Time

Winter. Yang terbayang pastilah salju, di mana ? Amerika, Australia, atau KorSel atau Jepang ? Tarik dulu bayangmu ke Asean, kita tidak pergi jauh, alasannya ? Belum menyiapkan budget untuk pengurusan VISA apalagi untuk pergi ke sana harus mempersiapkan fisik dengan sebaik-baiknya. Berawal dari iseng ketik Snow di salah satu situs yang menawarkan/menjual atraksi wisata di kota-kota tertentu dan tanpa berpikir lama-lama segera dibeli, “aha” I have a big plan.

How to get there ? Lokasinya di dalam sebuah mall sehingga mudah ditemukan, bisa dicapai dengan naik BTS. Menyesuaikan diri adalah cara paling efektif apabila sedang solo travelling. Jarak dari tempat menginap tidak terlalu jauh apabila mengikuti rel kereta api sampai di BTS Phaya Thai. Ketika berjalan ke BTS, beberapa pria lokal berteriak-teriak terdengar menggoda (PeDe sekali padahal tidak mengerti artinya tetapi kira-kira begitu, lempar senyuman saja sembari mempercepat langkah kaki). Teringat tadi pagi sewaktu belanja, sebagian besar berbicara dalam bahasa Thai, kalau kalimat terdengar panjang maka keluarkan kalimat pamungkas yaitu how much ? Barulah mereka sadar. Di dalam BTS agak sesak mungkin dikarenakan weekend dan hari mulai sore, gaya berbusana sangat penting jika kita berencana naik transportasi umum. Berpakaianlah senyaman mungkin, kalau bisa tidak perlu menarik perhatian, ingat ini perjalanan solo. Singkat cerita, saya masuk di lokasi “dingin” tersebut.

 

Wow ! Banyak anak-anak beserta orang tuanya. Congratz ! Ini tempat bermain indoor untuk para dedek. Rasanya ingin sekali mendekati salah satu anak di situ, biar apa ? Biar tidak terlihat sendiri. Sembari bergumam sendiri, saya mencoba menikmati setiap langkah kaki di atas es (aktivitas ini dilengkapi dengan sepatu tanpa perlu bayar lagi). Terserah saja anggapan orang lain, yang penting bisa main salju-saljuan.

Kali ini bisa saja salju-saljuan, but one day I’ll be there, ke negara 4 musim yang benar dengan putihnya salju. Sebenarnya pengalaman ini, tidak ingin saya share mengingat seberapa konyolnya, tetapi lebih baik mengakui keadaan daripada memaksakannya. Setelah sedikit mendinginkan hati, kita berpindah ke negara dengan pengalaman yang luar biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s